Monday, December 25, 2006
5 Pertanyaan
2. Sentuhan2ku adalah?
3. Menikah denganku rasanya?
4. Rumah kita berada di?
5. Tuhan adalah?
-T-
============================
1. Kegamangan yang sempurna.
2. Cinta.
3. Hati yang penuh.
4. Kereta kencana.
5. Awan2 gelap barangkali.
-ERV-
Friday, December 22, 2006
Seorang Nabi Yang Menikahi Sang Dewi (Part I)
Bagaimana waktu mengatur manusia. Time may change me but I can’t change time, sahut David Bowie. Tapi aku berkata lain. Tentang sabda dan dogma-doma yang kebanyakan orang tertawakan. Aneh, mereka mau-maunya menerina dogma-dogma semit yang ditanam dari kecil, tetapi kala ada dogma lain yang lebih indah dan logis mereka menolaknnya. Haha. Aku hanya bisa tertawa.
Waktu itu tidak pernah ada memang, itu sudah menjadi teori klasik. Kesungguhanku dan kesungguhannya akan waktu berhenti di kamar 518 hotel itu. Prosesi pernikahan. Dua dewa sedang bersatu, dan pesan “Do not disturb” pun diggantung di daun pintu. Secara kasar artinya: “TOLONG JANGAN GANGGU KAMI! KITA MAO GITING LALU NGENTOT!” (hahaha…)
Itulah upacara kami dalam ruang beraroma ganja. Kegiatan paling sakral adalah ketika kami membasuh diri di dalam danau, saling melihat tubuh tanpa sehelai pun benang menutupi. Tengglam dalam air hangat. Bersihkan diri dari semua kotoran, karena prosesi ini amat sangat suci.
Pernikahan itu memang seharusnya dilakukan telanjang di depan altar, menurutku semua sapuan make-up pengantin wanita yang tebalnya sepeti kulit badak hanyalah legitimasi pretensi total sebelum pernikahan, sementara aku percaya kejujuran yang harus diutamakan dalam sucinya upacara pernikahan. Telanjang. Bersih. Di dalam air. Lihat ke atas, lihat ke cermin sebagai simbolisiasi persetubuhan. Memperbanyak jumlah manusia. God, Gods, Whoever… We love each other. That’s it. Gak perlu banyak embel-embel. Gak perlu menye-menye I will always love you bla bla bla yada yada yada… Cukup pernyataan cinta yang sesungguhnya nggak cukup digambarkan pake kata-kata apapun. Jadi pernyataan satu kalimat itu saja, cukup. Kami sudah menikah menurut agama kami ,maka kami tidak berzinah.
Tubuh kurus kami berdua muat dalam danau kecil berair panas itu. Lalu kami menghisap ganja dalam-dalam. Beberapa potret adegan terekam dalam ingatan dari berbagai angle indah, seperti ketika aku melihatnya menghisap ganja di danau itu (saat itu aku terbaring dari bawah kakinya), angle yang membuatnya terlihat besar dan berkuasa, sementara aku tidak berdaya. Lalu angle yang menghasilkan gambar simetris wajah dan kakiku dan tanganku menyentuh pusat hidupnya. Aku tersenyum. Dia melihat. Tersenyum mengagum aku. Perlahan aku berubah menjadi dewi. Satu per satu kulit kemanusiaanku terkelupas, terganti oleh kulit pualam sang dewi. Aku lebih banyak terdian dan tersenyum. Hmmm, semua ini terlalu indah untuk jadi kenyataan. Alam mimpi yang hadir dalam pusaka dunia. Semesta di luar sana pasti sedang gempar, karena seorang nabi sedang menikahi sang dewi.
Wednesday, December 20, 2006
Sahabat/Kekasih? he.he.
Aku bisa menjadi teman siapa saja, Horn, meski dia benci sekali pun padaku...
sebab hal yang paling penting dan paling kuingat saat ini adalah
AKU SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU...
dan tentu saja gak ada satu halpun, sebesar apapun, yang bisa menggoyahkan keutuhan ini...
dan hal itu hanya ditentukan oleh satu hal, KEYAKINAN...
jadi, tenang saja cawan merahku...lakukan apapun yang menurutmu terbaik untuk kamu lakukan, dan itu sudah cukup baik untukmu...
LOVE
(ER)
Clicks
puzzle
soulmate
kondom
baksputs
dilema
adrenalin
clockwork orange
konser
kafe buku
pertemuan nabi
reading
jentikan jari
binar mata
di antara pagar
artificial fight
lelah
peluk
I LOVE YOU!
(horn, kamu tambahin ya...)
Tuesday, December 19, 2006
Pecahan-Pecahan Kata Yang Terlempar di Udara dan Entah Tertangkap Kapan
"Aku nggak masalah kl kamu ternyata sakit. Biat aku ikut tertular juga, dan kita sembuhin sama-sama. Atau kita mati sama-sama. Indah kan?"
"Kamu keren. Kita berdua pasti akan keren banget"
Sunday, December 17, 2006
"Apa tadi? Fuckable?"
"Hehehe iya"
"Sialan! Awas yah... aku bisa lho having sex sama cowo laen kalo aku mau!"
(Ketawa ngakak) "Kasian bgt cowo2 itu. Cuma dapetin seks kamu doang, tapi gak dapetin yang lain2nya yang lebih keren. gak dapet keindahan kamu yang lain. Kamu satu2nya cewe yang aku gak bakalan marah kalo kamu tidur dengan cowo lain."
(Ketawa ngakak) "Iya yah. Kasian bgt cowo2 itu. Aku manfaatin... hehehe"
Bekasi & Cianjur, 18 Desember 2006. 5:51 AM.
a letter of doubtfullness and the hate of dependancy
| Date: | Sat, 16 Dec 2006 04:33:45 -0800 (PST) |
| From: | "mother earth" (xxxxxxxxxxxxxx@yahoo.com) |
| Subject: | taurusku... |
| To: |
lelanaku,
Kamu tahu apa yg membuatku membenci definisi pacar? Karena pacar identik dengan 'sense of belonging', rasa kepemilikan. manusia mana yg layak memiliki manusia? Dan rasa kepemilikkan itu selalu akan berbuah menjadi sikap posesif. Dan hal yang paling membuatku membenci diriku sendiri adalah ketika posesif itu datang dalam diriku.
membaca puluhan testimonial di profilemu, Aku sadar aku hanyalah satu percik dari ratusan percik perempuan yang pernah kau rasa, kau sentuh, dan kau cinta. ini membuatku merasa tidak lagi istimewa. mungkin sebutan 'manusia indahku' yg sangat romantis itu sudah pernah kau gunakan untuk memanggil perempuan lain. aku tidak tahu karena aku tidak bisa menebakmu. sementara segala kemungkinan di depan mataku sangat tak terbatas. maafkan aku sayang, aku tidak pernah henti2nya membandingkan diriku sendiri dengan orang lain.
taurusku, aku takut.
aku takut kalau ternyata aku bukanlah fatima yg kau cari. aku takut kala kau melangkahkan dirimu lagi, mengikuti hal yang paling kucintai darimu, kebebasanmu, mengantarmu pada fatima yang sesungguhnya, yg ternyata bukan aku.
aku benci perasaan ini, kekasih. aku benci 'sense of belonging' ini, karena aku tidak layak memiliki manusia manapun seperti aku tidak ingin dianggap sebagai barang kepemilikan seseorang. tapi jauh di dalam, betapa takut bila suatu saat kau menemukan fatima yg sesungguhnya, betapa takut bila ada relasi lain dengan perempuan lain, betapa takut bila ternyata aku harus menerima kenyataan bahwa kau bukan milikku seorang. I don't wan't to share you... padahal kau memang bukan milikku, kau milik semua orang.
aku benci ego yg datang ini. aku ingin membunuhnya! ini sebabnya aku benci definisi pacar dan terkadang aku benci pada perasaan cinta. aku jadi ingin memiliki seseorang yg seharusnya tidak harus kumiliki. karena kau terlalu indah untuk jadi milikku seorang, taurusku. kau harus menjadi milik dunia.
taurusku,
aku ingin menangis di pelukanmu... datanglah di mimpiku malam ini seperti malam-malam sebelumnya dan tenangkan jiwaku lagi...
with love,
the mother earth
notabene: tahukah kau, sejak aku mengenalmu, aku mulai bermimpi di tidur malamku. dan di mimpiku selalu ada kamu. sebelumnya, sejak aku beranjak dewasa, aku sudah lupa rasanya bermimpi. makanya setiap kamu tlp pagi2, aku selalu bilang ke kamu "aku lg mimpi..." dan itu benar.
i love u million universe of times... XOXOXOXOXOXO
___________________________________________
Percakapan Para Dewa
Tlp ditutup, tiba2 hampa, spt kehilangan setengah hidup, damn its great. I feel like dyonisus, the god of wine, after he kissed ariadne, the goddess oh labirynth...
Such a beautiful poem from such a beautiful poet. I feel like hugging you right now thats worth 4 the most beautiful person i've ever met
Hatiku pernah membebatu, terbebat batu-batu. gemeletukannya terdengar hinggareruntuhan puri batu pelebur kutuk. Mataku pernah melelinang, terbelit linangan-linangan. Gemericikannya terdengar hingga rerincikan rincikan mata air para dewa.mulutku pernah membisu, terbius basa-basi. Sesunyiannya terdengar hingga rerintihan air mata para dewi. Ah, apa dosa! hingga terselubung karat-kemaratku sendiri, meski sering kukata bahwa dosa telah tiada. Sebab terdiam seperti semedi seribu candi, seribu adalah sepi.
Aku membisiki itu ditelinga kamu, sambil melukin kamu. lantas bilang: its ok, horn, everything is gonna be ok!
Ya, ada empat permata yang kau sampaikan padaku lewat bisikan angin. keempat permata itu kugenggam erat sampai mereka membatu. Menjadi bagian dari aku
harum dan kilau batu2 ini mengantarku melayang menuju genggaman (senggama) erat tanganmu yg sakti tapi lembut itu. 1000x :-*
Lama ku terdiam. Merasakan semua kecupan yang kau sampaikan. Dalam terpejam kutajamkan indera perasaku, agar aku dapat merasakan semua sentuhan yang kau sampaikan lewat angin.
angin memang kurang ajar, sering meraba tubuh kita tanpa permisi, tp sangat efektif sbg media utk menyampaikan bahasa2 buana spt permata yg kini sedang kau genggam
bersyukurlah pada angin. krn ia lah yg menghantarmu ke pelukanku kini. apakah dia sudah menghantar kecupan yg ku kirim? daratkan kecupan itu pd bibir pujanggamu
yeah, hail to the lord of wind! kecupanmu mendarat tepat di ujung terdalam jantungku yg mendenyut mencepat di semenjak tak kutakutkan lagi akan sakit yang meradang
biarlah kita bersama membasuh dan membalut luka. hentikan sakit itu di beberapa tempat kenangan, biarlah sisanya mengalir selayaknya mimpi yang tergenang di atas air. dan sakit yang kurasa kini berbeda. katakanlah hai pengembara, dimanakah dapat kau temukan tabib yg dpt menyembuhkan rinduku?
titik terdalam dari kesakitan adl titik puncak dr kebahagiaan. jd jikalau kesakitan itu belum mendalam hanya tinggal dipush lebih mendalamagar setara dengan puncak yg bahagia.
Sampai jumpa di "pucak" kebahagiaan kalau begitu. tak sabar kuberbagi keindahan itu denganmu
Ya, sampai jumpa manusia indahku. kita akan sama2 menikmati "20 tahun" penantian hingga bertemi (di) "puncak". have a great thousand kisses life. still tough!
Bumi dan Angin Yang Menjelma Menjadi Manusia
Membahas ketuhanan seperti satu persatu lautan di dalamnya mulai terpecah ke dalam partikel-partikel kecil yang sedikit berawan. Aku dan kamu di seberang sana, terjalin hubungan cinta oleh kabel telepon. Bercerita hingga subuh dan sore dan kembali ke malam. Memori itu terpecah-pecah walaupun percakapan baru saja terjadi kemarin.
Kekasihku mengajariku bagaimana menyikapi robot-robot yang bergerak seperti mesin. Seperti “Clockwork
“Maklumilah dan kasihanilah, karena mereka adalah sebuah korban dari sistem yang lebih kejam dari perang”, katanya. "Jangan pedulikan. Kau terlalu indah untuk merendahkan martabatmu bagi orang-orang seperti itu bila kau melawan dogma-dogma mereka", komemtarnya ketika aku sedang ngomel perihal mantan pacarku yang menyebalkan. Aku kemudian tersenyum dan mendengarkan ceramahnya. Kata-katanya yang bersemangat selalu berhasil membuat hati dan emosiku yang meluap-luap menjadi seperti sungai yang mengalir mengikuti arus. Tidak dingin seperti es yang sinis, tidak lagi panas seperti magma. Tapi gunung penuh rasa dan luapan ini meledak sejak aku bertemu dia. Lava nya panas dan membakar, tapi bercahaya dan indah.
Keesokkan harinya kita mulai mebahas konsep ketuhanan yang begitu indah. Jadi teringat akan kata-katamu kala kau mengaku berprofesi sebagai ‘prophet’, “karena nabi adalah profesi paling tinggi di dunia”. Dan ketuhanan yang kau ciptakan adalah ketuhanan yang mendamaikan semua ideologi, religi, perseteruan kepercayaan yang pernah ada. Kau ingin mengawinkan dewa-dewa dengan Tuhan yang Esa, memaksanya duduk di satu meja dan berdialog kala berbagi ganja, ambrosia, dan anggur perjamuan kudus. Mencitakan kedamaian spiritual bagi siapa saja yang mau percaya.
Aku membaca beberapa bagian dari Kidung Agung di Perjanjian Lama yang romantis, dan dia berbicara tentang Al’Quran yang megah. Kita berbagi dua keindahan yang selama ini sering disembunyikan, seperti para nabi semit yang mungkin menyembunyikan beberapa fakta tentang Tuhan yang umatnya tidak perlu ketahui. Tolong jangan serang aku dengan dogma-doma melelahkan itu, teman-teman! Ingatlah bahwa aku hanya memakai kata “mungkin”. Unlimited "If", unlimited possibilities. Tulisan ini intuitif seperti percintaan kami dan penuh spekulasi seperti layaknya manusia yang sangat manusiawi.
Percintaan ini adalah pertukaran otak dua manusia gila yang tidak sengaja terdampar di tempat yang sama. Di perbatasan antara mimpi dan rasionalitas. Di perbatasan antara monotheisme dan pemujaan banyak dewa. Di antara Bjork dan The Doors. Di antara rumah dan angkasa. Di antara bumi dan roh angin yang sedang mengelana. Percintaan ini adalah percintaan antar dua dewa dari alam yang berbeda, yang sedang menjelma jadi manusia.
Mother Earth
Bekasi, 17 Desember 2006