Sunday, December 17, 2006
a letter of doubtfullness and the hate of dependancy
lelanaku,
Kamu tahu apa yg membuatku membenci definisi pacar? Karena pacar identik dengan 'sense of belonging', rasa kepemilikan. manusia mana yg layak memiliki manusia? Dan rasa kepemilikkan itu selalu akan berbuah menjadi sikap posesif. Dan hal yang paling membuatku membenci diriku sendiri adalah ketika posesif itu datang dalam diriku.
membaca puluhan testimonial di profilemu, Aku sadar aku hanyalah satu percik dari ratusan percik perempuan yang pernah kau rasa, kau sentuh, dan kau cinta. ini membuatku merasa tidak lagi istimewa. mungkin sebutan 'manusia indahku' yg sangat romantis itu sudah pernah kau gunakan untuk memanggil perempuan lain. aku tidak tahu karena aku tidak bisa menebakmu. sementara segala kemungkinan di depan mataku sangat tak terbatas. maafkan aku sayang, aku tidak pernah henti2nya membandingkan diriku sendiri dengan orang lain.
taurusku, aku takut.
aku takut kalau ternyata aku bukanlah fatima yg kau cari. aku takut kala kau melangkahkan dirimu lagi, mengikuti hal yang paling kucintai darimu, kebebasanmu, mengantarmu pada fatima yang sesungguhnya, yg ternyata bukan aku.
aku benci perasaan ini, kekasih. aku benci 'sense of belonging' ini, karena aku tidak layak memiliki manusia manapun seperti aku tidak ingin dianggap sebagai barang kepemilikan seseorang. tapi jauh di dalam, betapa takut bila suatu saat kau menemukan fatima yg sesungguhnya, betapa takut bila ada relasi lain dengan perempuan lain, betapa takut bila ternyata aku harus menerima kenyataan bahwa kau bukan milikku seorang. I don't wan't to share you... padahal kau memang bukan milikku, kau milik semua orang.
aku benci ego yg datang ini. aku ingin membunuhnya! ini sebabnya aku benci definisi pacar dan terkadang aku benci pada perasaan cinta. aku jadi ingin memiliki seseorang yg seharusnya tidak harus kumiliki. karena kau terlalu indah untuk jadi milikku seorang, taurusku. kau harus menjadi milik dunia.
taurusku,
aku ingin menangis di pelukanmu... datanglah di mimpiku malam ini seperti malam-malam sebelumnya dan tenangkan jiwaku lagi...
with love,
the mother earth
notabene: tahukah kau, sejak aku mengenalmu, aku mulai bermimpi di tidur malamku. dan di mimpiku selalu ada kamu. sebelumnya, sejak aku beranjak dewasa, aku sudah lupa rasanya bermimpi. makanya setiap kamu tlp pagi2, aku selalu bilang ke kamu "aku lg mimpi..." dan itu benar.
i love u million universe of times... XOXOXOXOXOXO
___________________________________________
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment